Pahami Cara Menghitung Pemotongan Gaji Agar Tak Bingung!

Pahami Cara Menghitung Pemotongan Gaji Agar Tak Bingung!

Ya, banyak dari kita masih bingung mengapa penghasilan perbulan kita terpotong. Sebagian dari kita mungkin tidak memahami peraturan dan hukum yang berlaku terkait pemotongan gaji, sehingga kita merasa kebingungan ketika gaji terpotong. 

Sebagai karyawan, terkadang juga kita enggan untuk mengajukan pertanyaan kepada HRD terkait pemotongan gaji yang dilakukan. 

Namun tak perlu risau! Kini kamu dapat mengetahui bagaimana perusahaan melakukan pemotongan gaji terhadap karyawannya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemotongan Gaji Karyawan

Pemotongan gaji karyawan adalah pengurangan jumlah gaji yang dibayarkan kepada karyawan atas perintah atau kesepakatan antara mereka dan perusahaan. Pemotongan gaji dapat dilakukan oleh perusahaan karena beberapa alasan, antara lain:

1. Kehadiran karyawan yang tidak jelas

Jika karyawan sering terlambat atau absen tanpa alasan yang jelas, mereka dapat dikenakan pemotongan gaji.

2. Sanksi disiplin

Pemotongan gaji jika dilakukan ketika karyawan melanggar peraturan perusahaan atau kode etik. Perusahaan dapat memberikan sanksi disiplin yang dapat berupa pemotongan gaji.

3. Pembayaran utang

Selain itu, pemotongan gaji juga berlaku jika karyawan memiliki hutang atau tanggungan yang belum dibayar kepada perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan skema pemotongan gaji karyawan untuk opsi pembayaran utang tersebut.

4. Perpajakan

Potongan gaji karena perpajakan adalah pemotongan sebagian dari pendapatan karyawan oleh pihak perusahaan sebagai kewajiban pajak yang harus dibayar ke pemerintah. Besarnya potongan tergantung pada tarif pajak yang berlaku pada suatu negara.

Cara Menghitung Pemotongan Gaji Karyawan

Setelah kita memahami unsur-unsur apa saja yang mempengaruhi potongan gaji karyawan, selanjutnya mari memahami langkah-langkah yang umumnya dilakukan perusahaan dalam menghitung pemotongan gaji karyawan:

1. Tentukan besaran potongan

Pertama-tama, perusahaan perlu menentukan kebijakan terkait besaran potongan. Misalnya, jika terdapat karyawan melakukan pelanggaran, perusahaan dapat membuat kebijakan untuk memberikan sanksi berupa pemotongan gaji sebesar 2% dari gaji karyawan.

2. Ketahui jumlah gaji karyawan

Dalam proses pemotongan gaji, perusahaan juga perlu mengetahui besaran gaji karyawan. Nantinya, besaran gaji karyawan tersebut akan dijadikan acuan untuk menentukan besaran potongan yang diberlakukan serta gaji bersih yang didapat oleh karyawan pada periode tersebut.

3. Hitung besaran potongan

Setelah mengetahui nominal gaji karyawan, langkah selanjutnya yaitu mengalikan persentase pemotongan dengan jumlah gaji karyawan. 

Misalnya, jika besarnya pemotongan sebesar 2% dan gaji karyawan sebesar Rp 7.000.000, maka jumlah pemotongan adalah 2% x Rp 7.000.000 = Rp 140.000.

4. Penghitungan jumlah akhir

Setelah diketahui jumlah besaran potongan, selanjutnya gunakan jumlah potongan tersebut untuk mengurangi gaji karyawan. 

Sebagai contoh, jika gaji karyawan sebesar Rp 7.000.000 dan pemotongan gaji sebesar Rp 140.000, maka gaji bersih yang harus diterima karyawan adalah Rp 6.860.000. (Hasil dari Rp 7.000.000 – Rp 140.000 = Rp 6.860.000).

Maka dapat disimpulkan bahwa gaji bersih yang harus diberikan perusahaan pada karyawan tersebut pada periode itu sebesar Rp 6.860.000.

Cara Menghitung Pemotongan Gaji Karena Absen

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu faktor potongan gaji karyawan yakni potongan karena absen. Pemotongan gaji karena absen diberlakukan sebagai konsekuensi dari ketidakhadiran karyawan di tempat kerja. 

Besarnya pemotongan gaji jenis ini umumnya didasarkan pada perusahaan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu wilayah.

Nah, untuk menghitung besaran pemotongan gaji karena absen, berikut langkah-langkahnya:

1. Menentukan tarif potongan

Perusahaan biasanya menetapkan tarif potongan gaji karena absen berdasarkan persentase gaji karyawan. Misalnya, perusahaan menetapkan tarif pemotongan sebesar 2% dari gaji karyawan.

2. Hitung jumlah ketidakhadiran

Langkah selanjutnya yakni menghitung jumlah hari absensi seorang karyawan selama periode penggajian. Misalnya, Adam sebagai karyawan tidak hadir bekerja selama 4 hari dalam periode penggajian.

3. Hitung besarnya pemotongan

Langkah selanjutnya yakni menghitung besarnya pemotongan gaji dengan mengalikan tarif pemotongan dengan jumlah hari absen dan gaji karyawan. Sebagai contoh, apabila gaji Adam sebesar Rp 7.000.000 dan tarif pemotongan 2%, maka besarnya pemotongan gaji karena absen untuk Adam yakni: 2% x 4 x Rp 7.000.000 = Rp 560.000,-

Dari perhitungan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pada periode penggajian tersebut, Adam akan mendapatkan gaji bersih sebesar Rp 6.440.000 (Dari hasil pengurangan Rp 7.000.000 – Rp 560.000).

Perlu kita ingat bahwa besarnya potongan gaji karena absen dapat berbeda-beda di setiap perusahaan. Untuk memastikan besaran pastinya, pastikan kamu melakukan konsultasi pada bagian HRD atau manajer kamu.

 

Apakah kamu sudah mengetahui apa itu potongan gaji dan bagaimana cara menghitungnya? Memahami cara menghitung pemotongan gaji akan semakin memperkaya wawasan kamu, dan yang terpenting, kamu tak perlu lagi bertanya-tanya kemana larinya potongan gaji-mu tiap bulan!

FacebookTwitterEmailLinkedIn

Recent