Pernah Tahu Fringe Benefit? Ketahui Benefit Tambahan Diluar Gaji-mu!

Pernah Tahu Fringe Benefit? Ketahui Benefit Tambahan Diluar Gaji-mu!

Di tengah tren bisnis yang semakin kompetitif hari ini, perusahaan dituntut untuk memberikan benefit-benefit lain, seperti fringe benefit, di luar gaji yang diberikan pada karyawan. 

Yap betul! Benefit kini bukan hanya soal gaji loh! Banyak hal yang juga menjadi hak kita sebagai karyawan ketika bekerja dalam suatu perusahaan.

Lalu, mengapa sih kita sebagai karyawan perlu memahami fringe benefit? Dari sisi karyawan, mengetahui tentang fringe benefit penting karena dapat membantu kita memahami nilai dari imbalan yang kita terima selain dari gaji pokok. So, mari kita cari tahu apa itu fringe benefit.

Apa Itu Fringe Benefit dalam Human Resources?

Seperti yang kita bahas sebelumnya, fringe benefit adalah manfaat atau tunjangan tambahan yang diberikan oleh sebuah perusahaan kepada karyawan, selain dari gaji pokok dan tunjangan yang karyawan dapatkan. 

Dalam konteks human resources, contoh fringe benefit dapat berupa asuransi kesehatan, cuti tambahan, program pelatihan, jaminan hari tua, dan manfaat lainnya.

Tujuan perusahaan memberikan benefit ini pada karyawan adalah untuk meningkatkan motivasi serta kepuasan karyawan, yang nantinya akan berdampak positif pada kinerja mereka.

Disamping itu, fringe benefit juga dapat membantu perusahaan meningkatkan tingkat retensi karyawan dan membuat kualitas mereka tetap terjaga. Hal ini tentu akan berdampak pada angka turnover yang rendah yang dapat merugikan perusahaan karena perlu merekrut karyawan baru dengan biaya tinggi.

Fringe benefit dalam Sebuah Perusahaan? Apa Saja Bentuknya?

Untuk lebih detail, berikut bentuk-bentuk fringe benefit yang umum diberikan oleh perusahaan. Perhatikan poin-poin berikut ini supaya kamu paham apa saja yang bisa kamu dapatkan selama bekerja di perusahaan selain gaji!

  • Asuransi kesehatan
  • Cuti tambahan seperti cuti sakit atau cuti tahunan
  • Jaminan hari tua atau program pensiun
  • Program pelatihan dan peningkatan skill
  • Fasilitas perawatan kesehatan tambahan, seperti check-up kesehatan berkala
  • Bonus kinerja
  • Fasilitas liburan atau perjalanan bisnis
  • Makanan atau minuman gratis di tempat kerja
  • Fasilitas transportasi atau bantuan subsidi transportasi umum

Namun perlu diingat, setiap perusahaan mungkin memiliki kebijakan tentang fringe benefit yang berbeda-beda. Hal ini tentu tak lepas dari kemampuan anggaran dan budget perusahaan.

Untuk itu, sebelum kamu menuntut benefit-benefit tersebut, pastikan terlebih dahulu untuk berkomunikasi dengan manajer-mu untuk menanyakan ketersediaan poin-poin tersebut!

Apakah Semua Karyawan Berhak Mendapatkan Fringe Benefit?

Apa saja persyaratan agar karyawan mendapatkan fringe benefit? Nah, sebelum menjawab ini, kamu perlu tahu bahwa fringe benefit bisa bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan.

Untuk menjawab rasa penasaranmu, kamu bisa dapatkan jawabannya dengan memahami persyaratan apa saja yang umumnya dipakai terkait kebijakan fringe benefit dalam perusahaan.

1. Status Karyawan

Status karyawan dalam perusahaan dapat mempengaruhi mereka untuk mendapatkan fringe benefit. Misalnya, jika perusahaan hanya memberikan Fringe Benefit untuk karyawan tetap dan bukan untuk karyawan kontrak atau paruh waktu, maka karyawan yang bukan karyawan tetap tidak akan berhak atas fringe benefit tersebut.

2. Masa Kerja

Bisa jadi perusahaanmu hanya menyediakan benefit jenis ini bagi karyawan yang telah mencapai masa kerja tertentu. Misalnya, jika kamu sudah bekerja selama satu tahun lebih di perusahaan tempat kamu bekerja, maka kamu berpotensi mendapatkan program pensiun, tunjangan kinerja, atau bonus lainnya.

3. Kinerja

Jika kamu selalu mencapai atau melebihi target kinerja yang ditentukan oleh perusahaan, baik sesuai dengan KPI atau OKR, mungkin kamu juga berhak menerima fringe benefit seperti bonus kinerja tahunan atau cuti tambahan diluar cuti tahunan.

4. Kondisi Kesehatan

Mengingat asuransi kesehatan atau fasilitas tambahan terkait kesehatan juga termasuk dalam fringe benefit, maka kamu juga berhak mendapatkan benefit ini. Namun, bisa jadi terdapat beberapa persyaratan khusus seorang karyawan mendapatkannya.

Contoh, apabila kamu memiliki kecenderungan masalah pencernaan, bisa jadi perusahaan memberikan fringe benefit berupa konseling nutrisi. Diagnosa lain seperti masalah kesehatan mental juga memungkinkan karyawan mendapatkan benefit kesehatan tambahan berupa program manajemen stres.

5. Kebijakan Perusahaan

Pada akhirnya, semua keputusan tentang fringe benefit akan dikembalikan pada kebijakan perusahaan. Seberapa besar karyawan mendapatkan benefit tersebut tergantung pada seberapa mampu budget atau anggaran perusahaan untuk menyediakannya.

Perlu diketahui bahwa sebagai karyawan kamu juga berhak atas benefit-benefit lain selain gaji bulanan yang dibayarkan perusahaan kepadamu. Namun, untuk menghindari kesalahpahaman, kamu perlu mengetahui apa itu fringe benefit dan persyaratan apa saja yang membuatmu berhak untuk mendapatkannya.

FacebookTwitterEmailLinkedIn

Recent

Memaksimalkan Produktivitas di Era Hybrid Working
Google’s Project Aristotle: Strategi Team Management yang Sukses
Talent Pool: Bagaimana Google Menemukan Talenta Terbaiknya?
Cara Mengoptimalkan ‘Bonus’ yang Berdampak pada Karyawan
Tips Rekrutmen: Era Digital Mengubah Cara Kita Merekrut Orang
5 Faktor Penting dalam Menjaga Kepuasan Kerja Karyawan