Tips HR! 5 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Kondusif

Tips HR! 5 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Kondusif

Bukan menjadi hal yang baru lagi, bahwa lingkungan kerja dapat mempengaruhi tingkat produktivitas dan efektivitas pekerjaan karyawan. Adanya berbagai fasilitas sehingga cara kerja yang nyaman bisa memberi pengaruh baik bagi kinerja dari karyawan. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut? Berikut adalah cara membangun lingkungan kerja yang efektif dan nyaman bagi karyawan.

Keteraturan ruang dan kelengkapan fasilitas

Faktor pertama yang mungkin dapat dirasakan secara langsung adalah keteraturan tata ruang dan juga kelengkapan fasilitas. Pada dasarnya untuk ruang kerja tim berada pada satu ruangan. Tentunya ini bukan dilakukan tanpa rencana. Akan menjadi sulit untuk saling koordinasi ketika suatu tim memiliki ruang yang berbeda-beda. Ditambah lagi jika tim tersebut berada pada sebuah divisi yang besar, maka ada baiknya menempatkan ruang kerjanya pada lantai yang sama. 

Selain itu, ketersediaan fasilitas utama seperti meja dan bangku yang nyaman sangat penting untuk diperhatikan. Tambahan fasilitas lainnya juga dapat menciptakan lingkungan kerja yang efektif, misalnya seperti:

  • Pencahayaan yang baik
  • Kemudahan akses untuk ke kantin
  • Atau tambahan lainnya seperti meja berdiri (standing desk) atau adjustable desk.

 Ciptakan komunikasi yang efektif

Mungkin kita semua setuju bahwa komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam kesuksesan bisnis. Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik, dapat berdampak negatif pada setiap aspek bisnis, mulai dari layanan pelanggan, retensi, kelancaran aktivitas kerja karyawan, hingga pada akhirnya mempengaruhi produktivitas.

Ada beberapa cara yang tentunya bisa Anda terapkan untuk menciptakan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja yaitu sebagai berikut:

Membangun kepercayaan dengan karyawan

Kepercayaan adalah faktor paling penting dalam membangun hubungan. Rasa saling percaya ini bisa memberikan dampak yang baik dari segala aspek, mulai dari pendegelasian tugas, perencanaan strategi bisnis, dan tentunya komunikasi.

Benar-benar mendengarkan karyawan

Jika Anda beranggapan hal ini tidak mudah, maka Anda tidak sendirian. Pada dasarnya proses mendengarkan memang membutuhkan dedikasi yang cukup tinggi. Ini bukan hanya mendengarkan apa yang karyawan sampaikan, tetapi lebih condong pada upaya untuk memberi respon terbaik dan bisa memuaskan mereka. Selain itu, ketika Anda mampu memberi respon yang tepat, tentu saja dapat meminimalisir terjadinya gesekan atau konflik. 

Berikan konteks yang cukup seputar tugas

Cara selanjutnya memang lebih pada aktivitas manajemen, tetapi ini juga merupakan langkah penting untuk menciptakan komunikasi yang efektif. Tak jarang para manajer mungkin merasa tugas yang diberikan sudah jelas. Namun, kenyataannya karyawan merasa mereka belum paham 100%. Oleh karena itu, ada baiknya mencoba mengkonfirmasi ulang pemahaman mereka terhadap tugas yang diberikan.

Pelajari gaya komunikasi karyawan

Ada dua faktor penting yang bisa Anda fokuskan dalam hal ini. Pertama perlu bagi Anda untuk mencoba memahami gaya komunikasi karyawan Anda. Apakah rata-rata dari mereka pasif atau aktif. Perbedaan generasi juga perlu Anda perhatikan karena mungkin ini bisa juga menjadi salah penyebab yang membuat komunikasi di lingkungan kerja tidak terjalin dengan baik.

Kedua adalah cara atau alat yang biasanya mereka gunakan dalam berkomunikasi. Tentunya Anda sudah menyadari bahwa kini banyak aplikasi yang digunakan dalam mengoptimalkan pengerjaan tugas, termasuk untuk komunikasi. Misalnya seperti slack, trello, discord, bahkan email. Dengan memahami cara dan alat yang mereka gunakan akan mendukung komunikasi yang lebih baik.

Tingkatkan keterlibatan karyawan

Melibatkan karyawan pada berbagai aktivitas perusahaan bisa menciptakan keterlibatan yang positif. Dalam lingkup yang lebih kecil, Anda bisa memberi kepercayaan pada karyawan untuk memimpin proyek tim dengan tujuan mengembangkan kemampuan mereka. 

Selain itu, dikutip dari teambuilding.com, beberapa contoh lainnya dari meningkatkan keterlibatan karyawan yaitu sebagai berikut:

  • Mengundang karyawan untuk pertemuan konsultatif
  • Melibatkan staf dalam prosedur pengambilan keputusan departemen
  • Menyampaikan komunikasi yang jelas, pada setiap program pembaruan perusahaan
  • Memberikan kesempatan pada karyawan untuk mengemukakan ide dan pendapat mereka. 

Namun, tujuan utama dari keterlibatan karyawan adalah untuk menciptakan lingkungan di mana mereka merasa menjadi bagian dari organisasi.

Memperhatikan kesehatan fisik dan mental

Coba berikan waktu atau dispensasi kepada karyawan Anda untuk bisa memperhatikan kesehatan fisik dan mental mereka. Menyediakan akses atau memberikan voucher diskon keanggotaan gym bisa menjadi salah satu caranya. 

Selain itu, Anda juga bisa memberi tunjangan atau malah menyediakan di kantor layanan psikologis bagi karyawan Anda yang mungkin sedang mengalami masalah yang berat. Ini tidak hanya dapat membantu mereka, tetapi juga bisa menunjukkan bahwa Anda memperhatikan mereka. Akibatnya kebahagiaan dan kesejahteraan mereka bisa meningkat, sehingga dapat meminimalisir stres. 

 Kembangkan budaya kerja yang jelas

Langkah selanjutnya dan tidak boleh sampai dilupakan adalah dengan menciptakan budaya kerja yang jelas. Adanya nilai dan prioritas yang diciptakan dengan baik akan memberikan gambaran pada karyawan terhadap peran mereka di perusahaan. Selain itu, ini juga bisa mempersatukan karyawan dan menetapkan arah yang jelas untuk mencapai tujuan bersama.

 

Demikianlah tips mengenai cara membangun lingkungan kerja yang baik dan efektif. Umumnya ini bukan hanya kepentingan karyawan ataupun pihak perusahaan. Melainkan kepentingan bersama agar dapat menunjang aktivitas yang produktif dan menguntungkan semuanya.

FacebookTwitterEmailLinkedIn

Recent