Lengkap, Ini Cara Menghitung Pesangon Karyawan dengan Tepat!

Lengkap, Ini Cara Menghitung Pesangon Karyawan dengan Tepat!

Dalam dinamika dunia kerja, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peran krusial dalam memastikan hubungan yang harmonis antara karyawan dan perusahaan. Salah satu isu yang kerap menjadi sorotan adalah pesangon.

Meskipun tampak sederhana, pesangon seringkali menjadi titik temu berbagai pertanyaan, keraguan, dan bahkan konflik. Banyak perusahaan dan karyawan yang merasa tidak yakin tentang bagaimana seharusnya pesangon dihitung, apa saja kategori-kategorinya, dan apa sebenarnya esensi dari pemberian pesangon itu sendiri. Simak penjelasannya pada artikel berikut ini!

Apa itu Pesangon?

Pesangon adalah kompensasi dan/atau manfaat yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan setelah hubungan kerja berakhir. Ini bisa berupa gaji, manfaat kesehatan, atau bahkan bantuan mencari pekerjaan baru.

Pesangon biasanya diberikan saat ada pemutusan hubungan kerja (PHK), pensiun, atau restrukturisasi perusahaan. Dalam beberapa kasus, pesangon juga bisa diberikan kepada karyawan yang mengundurkan diri atau dipecat.

Tidak ada undang-undang yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan pesangon, kecuali jika ada dalam kontrak kerja atau peraturan perusahaan. Namun, beberapa perusahaan memilih untuk memberikan pesangon sebagai tindakan niat baik atau untuk menghindari potensi tuntutan hukum.

Sebelum menerima pesangon, penting untuk membaca dan memahami perjanjian pesangon yang biasanya harus ditandatangani. Perjanjian ini bisa mempengaruhi hak-hak legal karyawan, termasuk kemampuan untuk mengajukan klaim pengangguran atau tuntutan pemutusan hubungan kerja yang tidak adil.

Jenis-jenis Pesangon

Dalam praktik manajemen sumber daya manusia, pemahaman tentang pesangon adalah esensial. Pesangon tidak hanya berkaitan dengan kompensasi finansial, tetapi juga refleksi dari komitmen perusahaan terhadap karyawannya. Setelah memahami definisi dasar dari pesangon, penting bagi kita untuk mendalami lebih jauh mengenai variasi atau jenis-jenis pesangon yang ada

Menurut Capital One, ada 6 jenis pesangon yang umumnya dikenal dalam dunia kerja. Mari kita jelajahi masing-masing dari jenis-jenis tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif dalam konteks manajemen sumber daya manusia!

1. Paket Pesangon

Biasanya berisi kompensasi gaji, manfaat kesehatan, dan bahkan bantuan untuk mencari pekerjaan baru. Paket ini seringkali disesuaikan berdasarkan lama kerja dan posisi karyawan dalam perusahaan.

2. Kompensasi Tambahan

Selain gaji dan manfaat kesehatan, paket pesangon bisa juga mencakup asuransi jiwa, asuransi cacat, dan penggunaan aset perusahaan seperti laptop atau ponsel.

3. Pembayaran Tunai atau Cicilan

Pesangon bisa diberikan dalam bentuk tunai sekaligus atau cicilan selama beberapa bulan. Metode pembayaran ini bisa mempengaruhi elegibilitas karyawan untuk klaim pengangguran.

4. Manfaat Pajak

Pesangon biasanya dikenakan pajak, tetapi cara pembayarannya—apakah sebagai bagian dari gaji reguler atau sebagai pembayaran terpisah—bisa mempengaruhi tingkat pajak yang dikenakan.

5. Klausul Tambahan

Beberapa perusahaan menambahkan klausul seperti non-kompetisi atau kerahasiaan sebagai bagian dari paket pesangon. Ini bisa mempengaruhi kemampuan karyawan untuk bekerja di industri atau pasar yang sama setelah meninggalkan perusahaan.

6. Bantuan Pencarian Kerja

Beberapa perusahaan menawarkan bantuan outplacement, yang bisa berupa pelatihan, konsultasi karier, atau akses ke jaringan profesional, sebagai bagian dari paket pesangon.

Tujuan Pesangon

Dalam dunia bisnis yang dinamis, perusahaan seringkali dihadapkan pada keputusan sulit, seperti melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Meskipun keputusan ini tak jarang menimbulkan dampak negatif, adanya pesangon dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak: karyawan dan perusahaan

Pesangon bukan sekadar kompensasi finansial, melainkan refleksi dari komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawannya, serta upaya untuk meminimalkan risiko hukum dan reputasi. Berikut ini adalah 6 tujuan dari adanya pesangon:

1. Perlindungan Hukum

Memberikan pesangon bisa melindungi perusahaan dari kemungkinan tuntutan hukum. Ini seringkali dilakukan dengan memasukkan klausul tertentu dalam perjanjian pesangon yang mencegah karyawan mengajukan tuntutan terhadap perusahaan.

2. Transisi Karier

Pesangon bertujuan untuk membantu karyawan dalam masa transisi ke pekerjaan atau kehidupan baru. Ini bisa berupa bantuan finansial atau bantuan dalam bentuk pelatihan dan pengembangan karier.

3. Reputasi Perusahaan

Menawarkan paket pesangon yang adil dan komprehensif bisa meningkatkan reputasi perusahaan di mata publik dan calon karyawan, sehingga mempengaruhi daya tarik perusahaan sebagai tempat bekerja yang baik.

4. Mengurangi Dampak Negatif PHK

Dalam situasi PHK massal atau restrukturisasi, pesangon bisa membantu mengurangi dampak negatif terhadap moral dan produktivitas tim yang masih bertahan.

5. Kepatuhan Etika dan Sosial

Memberikan pesangon juga bisa dianggap sebagai tindakan etis atau tanggung jawab sosial perusahaan, terutama jika perusahaan tersebut memiliki kebijakan atau sertifikasi yang menekankan pada praktik bisnis yang berkelanjutan dan etis.

6. Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Dengan adanya kebijakan pesangon, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih dalam melakukan penyesuaian struktural atau strategis, seperti merger atau akuisisi, tanpa harus khawatir tentang dampak hukum atau reputasi.

Cara Menghitung Pesangon

Menghitung pesangon bisa menjadi proses yang rumit dan membingungkan, baik untuk perusahaan maupun karyawan. Dalam bagian ini, kita akan membahas berbagai faktor yang mempengaruhi perhitungan pesangon, mulai dari durasi pekerjaan, gaji reguler, hingga faktor-faktor lain yang mungkin tidak Anda sadari.

1. Durasi Pekerjaan:

Salah satu faktor utama dalam menghitung pesangon adalah lama kerja karyawan di perusahaan. Biasanya, perusahaan menawarkan satu hingga dua minggu gaji untuk setiap tahun kerja.

2. Gaji Reguler

Gaji reguler yang diterima karyawan juga menjadi faktor penting dalam perhitungan pesangon. Ini biasanya dihitung berdasarkan gaji bulanan atau tahunan.

3. Faktor Lain

Selain durasi pekerjaan dan gaji, beberapa perusahaan juga mempertimbangkan kompensasi untuk cuti yang tidak digunakan, hari sakit, dan hari libur.

Lalu, bagaimana contoh perhitungan pesangon?

Menurut Talenta, rumus cara menghitung pesangon PHK sesuai PP 35 tahun 2021 adalah:

UP+UPMK+UPH = Total uang pesangon yang diterima

Misalkan ada seorang pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan di bidang teknologi informasi. Dengan masa kerja selama 2,5 tahun dan gaji bulanan sebesar Rp7.000.000, berapakah kompensasi yang harus diterima Robert saat diberhentikan tanpa sisa cuti tahunan?

Detail perhitungannya:

  • Kompensasi untuk masa kerja 2,5 tahun = 3 bulan gaji
  • Kompensasi masa kerja kurang dari 3 tahun = 0
  • Kompensasi tambahan lainnya = 0

Dengan demikian, total kompensasi = 3 bulan gaji x Rp7.000.000 = Rp21.000.000. Jadi, Robert berhak menerima kompensasi sebesar Rp21.000.000.

Sebagai contoh lain, bayangkan seorang pegawai dengan masa kerja 2 tahun 3 bulan yang menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp3.000.000 per bulan. Berikut detail perhitungannya:

  • Kompensasi = 3 x Rp3.000.000 = Rp9.000.000
  • Kompensasi masa kerja kurang dari 3 tahun = 0
  • Total kompensasi yang harus diberikan oleh perusahaan adalah Rp9.000.000.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, pesangon memainkan peran penting dalam menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan. Melalui pemberian pesangon yang adil dan komprehensif, perusahaan dapat menunjukkan empati, tanggung jawab, dan komitmen terhadap karyawannya. Selain itu, pesangon juga menjadi alat strategis yang memungkinkan perusahaan beradaptasi dengan perubahan tanpa harus mengorbankan reputasi dan integritasnya.

 

Memajukan bisnis Anda bukan hanya soal strategi pemasaran atau inovasi produk, tetapi juga tentang bagaimana manajemen sumber daya manusia Anda. Dengan implementasi manajemen Human Resources yang tepat, Anda dapat meningkatkan produktivitas, moral, dan retensi karyawan. Jika Anda mencari solusi yang praktis dan berdampak untuk memajukan bisnis Anda melalui manajemen HR, pertimbangkan untuk memanfaatkan layanan dari Klique.id.

 

Referensi:

FacebookTwitterEmailLinkedIn

Recent